Dialektik news — Semangat berbagi dibangun Pemerintah Desa Momalia II melalui keterlibatan sangadi dan seluruh aparat desa dalam program sosial berbasis gotong royong. Sebagian penghasilan tetap (Siltap) aparat desa disisihkan untuk mendukung pengadaan sembako yang direncanakan dibagikan secara rutin setiap bulan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Momalia II, Jumat (18/9/2026), bersama Sangadi Momalia II Patris Mahanggi dan seluruh aparat desa.
Dalam program tersebut, aparat desa sepakat menyisihkan 2,5 persen dari Siltap untuk pengadaan kebutuhan bahan pokok. Sembako yang terkumpul kemudian dipersiapkan untuk kegiatan berbagi kepada masyarakat sebagai bagian dari program sosial desa.

Sangadi Momalia II Patris Mahanggi mengatakan, program tersebut lahir dari keinginan jajaran pemerintah desa untuk membangun kebiasaan berbagi yang dimulai dari lingkungan aparat desa sendiri.
“Program ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi dari aparat Desa Momalia II. Kami sepakat menyisihkan 2,5 persen dari Siltap untuk membeli sembako yang nantinya akan dibagikan dalam kegiatan berbagi setiap bulan,” kata Patris.
Menurutnya, kontribusi tersebut bukan semata-mata mengenai besaran nilai yang disisihkan, tetapi lebih pada upaya membangun kepedulian dan kebersamaan di antara aparat desa.
“Ini merupakan bentuk partisipasi bersama. Kami ingin menunjukkan bahwa berbagi bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan pemerintahan desa. Besarnya kontribusi mungkin tidak banyak, tetapi kalau dilakukan bersama-sama dan secara rutin, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Patris berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkembang menjadi kebiasaan positif di lingkungan Pemerintah Desa Momalia II.
Ia menegaskan, rencana pelaksanaan setiap bulan menjadi bagian penting agar kegiatan berbagi tidak berhenti pada satu momentum. Dengan dilakukan secara rutin, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi kebiasaan positif bagi kami sebagai aparat desa. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan semakin memperkuat rasa kebersamaan di Desa Momalia II,” katanya.
Program berbagi tersebut juga menjadi ruang bagi aparat desa untuk menunjukkan kepedulian sosial melalui kontribusi bersama. Penyisihan sebagian Siltap dilakukan sebagai bentuk partisipasi sukarela yang dikumpulkan untuk diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok.
Bagi Pemerintah Desa Momalia II, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian sembako, tetapi juga pada upaya menumbuhkan budaya saling membantu di lingkungan masyarakat.
Rencana pembagian sembako setiap bulan diharapkan dapat menjadi agenda sosial yang terus dipertahankan. Aparat desa juga diharapkan tetap menjaga semangat kebersamaan sehingga program dapat berjalan secara konsisten sesuai kemampuan dan kesepakatan bersama.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Desa Momalia II ingin menjadikan semangat berbagi sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, dengan memulai gerakan tersebut dari lingkungan aparat pemerintahan desa. (Infotorial)
















