Dialektik News – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan terus mendorong pembentukan budaya kerja aparatur yang disiplin, profesional, dan bertanggung jawab. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kedisiplinan pegawai serta pembenahan tata administrasi di lingkungan pemerintahan guna memastikan pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif.
Komitmen itu tercermin dalam apel kerja yang dipimpin Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Wahyudin Kadullah, di Lapangan Apel Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (5/10/2026).
Dalam arahannya, Wahyudin menyampaikan pesan Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, yang meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadikan awal bulan sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas kerja, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan tanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Menurutnya, kedisiplinan aparatur tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran dalam kegiatan kedinasan. Lebih dari itu, disiplin harus tercermin dalam ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab yang telah ditetapkan.
“Disiplin harus menjadi bagian dari budaya kerja aparatur. Koordinasi lintas sektor juga perlu diperkuat agar setiap tugas dan program pemerintah berjalan efektif,” ujar Wahyudin, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bolsel.
Ia menekankan bahwa koordinasi antarsatuan kerja memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran program pemerintah daerah. Komunikasi yang baik diperlukan agar pelaksanaan kebijakan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam mencapai target pembangunan dan pelayanan publik.
Penguatan disiplin tersebut kemudian dilanjutkan dengan agenda pembenahan administrasi melalui pembukaan Sosialisasi Gerakan Tertib Administrasi (Genta) ASN oleh Wahyudin, mewakili Bupati Iskandar Kamaru. Kegiatan berlangsung di Lapangan Futsal Kawasan Perkantoran Panango setelah pelaksanaan apel kerja.
Genta ASN menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Bolsel untuk membangun sistem kerja yang lebih tertata, sekaligus meningkatkan kesadaran aparatur terhadap pentingnya administrasi dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Wahyudin menyampaikan bahwa tertib administrasi merupakan bagian mendasar dari upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan profesional.
“Administrasi yang tertib dan rapi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta memberikan kepastian dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” kata Wahyudin saat membacakan sambutan Bupati.
Administrasi pemerintahan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar pencatatan dan penyimpanan dokumen. Setiap proses administrasi menjadi bagian dari mekanisme kerja yang memastikan suatu kegiatan dilaksanakan sesuai ketentuan, memiliki dasar yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, melalui sosialisasi Genta ASN, seluruh aparatur diingatkan untuk menjalankan pekerjaan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Kepatuhan terhadap prosedur diperlukan agar proses kerja berlangsung konsisten, meminimalkan kekeliruan administrasi, dan mengurangi potensi persoalan hukum dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Penerapan SOP juga menjadi instrumen penting dalam memperjelas tahapan pekerjaan, kewenangan, dan tanggung jawab setiap pegawai. Dengan pedoman yang dipahami bersama, koordinasi di lingkungan organisasi diharapkan semakin baik dan pelaksanaan program dapat berjalan sesuai aturan.
Selain menekankan kepatuhan terhadap prosedur, perhatian juga diarahkan pada optimalisasi fungsi struktur organisasi di setiap perangkat daerah. Kepala perangkat daerah diminta memastikan pembagian tugas berjalan sebagaimana mestinya, sehingga setiap unit kerja mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara efektif.
“Setiap perangkat daerah harus mampu memfungsikan struktur organisasinya secara optimal. Tertib administrasi bukan sekadar kelengkapan dokumen, tetapi bagian dari profesionalitas dan akuntabilitas aparatur,” tegas Wahyudin.
Optimalisasi struktur organisasi dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih pekerjaan, memperjelas jalur koordinasi, serta memastikan setiap program memiliki penanggung jawab yang jelas. Dengan demikian, pelaksanaan tugas tidak hanya bergantung pada individu, tetapi didukung oleh sistem kerja yang tertata.
Bagi pemerintah daerah, pembenahan administrasi dan peningkatan kedisiplinan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Aparatur yang disiplin akan lebih mudah menjalankan prosedur secara konsisten, sementara administrasi yang tertib membantu memastikan setiap pekerjaan memiliki rekam proses dan pertanggungjawaban yang jelas.
Keduanya menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, terutama dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan dapat dipercaya.
Melalui pelaksanaan Genta ASN, Pemkab Bolsel berharap kesadaran aparatur terhadap tata kelola administrasi semakin meningkat dan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Upaya ini juga membutuhkan komitmen pimpinan perangkat daerah untuk melakukan pembinaan, pengawasan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di masing-masing unit kerja.
Dengan penguatan budaya disiplin, kepatuhan terhadap SOP, dan pembagian tugas yang jelas, setiap perangkat daerah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja sekaligus memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Pemkab Bolsel menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik berawal dari tata kelola internal yang baik. Karena itu, Gerakan Tertib Administrasi ASN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan kerja yang konsisten dan menjadi bagian dari profesionalitas seluruh aparatur. (Infotorial)
















