Dielaktik News — Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara yang dirangkaikan dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-56 dan Apel Korpri September di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menjadi momentum untuk menguatkan kembali komitmen aparatur terhadap pelayanan publik.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pemkab Bolsel, Rabu (23/9/2026), dipimpin Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid dan diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, para sangadi serta aparatur sipil negara.
Dalam amanat yang disampaikan pada apel tersebut, Deddy membacakan sambutan Menteri Perhubungan RI yang mengangkat tema Harhubnas 2026, “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Tema tersebut menempatkan konektivitas sebagai salah satu unsur penting dalam membuka akses masyarakat dan menunjang pergerakan ekonomi.
Namun, konektivitas transportasi menurutnya harus berjalan seiring dengan aspek keselamatan. Karena itu, keselamatan perlu ditempatkan sebagai bagian dari budaya dalam setiap penyelenggaraan transportasi.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan tugas aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan. Setiap perangkat daerah memiliki peran masing-masing untuk memastikan layanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan secara aman, efektif dan sesuai kebutuhan.
“Keselamatan dan pelayanan harus menjadi perhatian kita bersama. Apa pun tugas yang kita emban, yang paling penting adalah bagaimana kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Deddy.
Di hadapan jajaran ASN, Deddy juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Menurutnya, aparatur tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga menjaga kepercayaan yang melekat pada tugas sebagai pelayan masyarakat.
Ia meminta ASN lebih cermat dalam mengelola keuangan pribadi maupun dalam menjalankan tanggung jawab kedinasan. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas aparatur sekaligus menghindari perilaku hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan.
“Hati-hati dalam pengelolaan keuangan. Jangan hidup berlebihan. Apa yang bukan hak kita, jangan dipaksakan untuk dimiliki. Kita harus tahu mana hak dan mana yang bukan hak kita,” ujarnya.
Hubungan kerja di lingkungan pemerintahan turut menjadi perhatian. Deddy mengingatkan agar komunikasi antara pimpinan dan bawahan dibangun dengan sikap saling menghargai. Menurutnya, suasana kerja yang sehat akan mendukung koordinasi antaraparat dalam menjalankan program dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Perhatian juga diarahkan pada tata kelola pemerintahan di tingkat desa. Pemerintah desa diminta memastikan pengelolaan dan penerimaan Anggaran Dana Desa (ADD) dilakukan secara tertib serta mengikuti ketentuan yang berlaku.
Deddy juga menyampaikan bahwa kondisi Bolsel hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya memenuhi hak-hak ASN sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan.
Rangkaian kegiatan apel kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tambahan Anggaran Dana Desa kepada Desa Kombot dan Desa Popodu.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus menandai dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa. (Infotorial)















