Dialektik News – Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan memimpin rapat evaluasi pelaksanaan program strategis nasional tersebut di Ruang Berkah, Kantor Bupati Bolsel, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (11/05/2026).
Rapat tersebut dihadiri pimpinan perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Satgas MBG, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG), para Kepala SPPG, hingga jajaran ketua yayasan pelaksana. Evaluasi difokuskan pada progres pelaksanaan program, mulai dari pemenuhan standar gizi, tata kelola anggaran, kesiapan sumber daya manusia, hingga penguatan peran mitra lokal dalam mendukung keberlangsungan program.
Dalam arahannya, Wabup Deddy menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar agenda rutin pemerintah, melainkan amanah besar yang menyangkut kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga integritas dan tidak menjadikan program tersebut sebagai ruang mencari keuntungan semata.
“Saya meminta seluruh pelaksana, baik SPPG maupun vendor, agar mengutamakan integritas. Jangan semata-mata mengejar keuntungan, tetapi pastikan kualitas gizi yang diberikan sesuai dengan porsi anggaran. Ini demi kesehatan anak-anak kita, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya,” tegas Deddy Abdul Hamid.
Tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat itu juga menyoroti pentingnya transparansi di era keterbukaan informasi saat ini. Menurutnya, setiap pelayanan pemerintah kini berada dalam pengawasan publik, termasuk melalui media sosial, sehingga akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program.
Selain fokus pada kualitas gizi, Pemerintah Kabupaten Bolsel juga menargetkan agar Program MBG mampu memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat daerah. Wabup Deddy menginstruksikan agar kebutuhan bahan baku makanan diprioritaskan berasal dari pemasok lokal di wilayah Bolsel guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, pengembangan dapur MBG yang ditargetkan mencapai 11 unit secara bertahap harus dibarengi dengan sinergi yang kuat antara tenaga ahli gizi, Tim Satgas, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Optimalisasi sumber daya lokal harus menjadi prioritas guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bolsel. Dengan target pengembangan hingga 11 dapur MBG yang direalisasikan secara bertahap, sinergi antara ahli gizi dan Tim Satgas harus semakin solid,” tandasnya.
Langkah evaluasi yang dilakukan Pemkab Bolsel tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran, berkualitas, serta mampu memberi manfaat luas, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi lokal. (Infotorial)















