Dialektik News—​Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bergerak cepat merespons penurunan minat baca di kalangan pelajar yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Upaya ini dilakukan melalui adaptasi program perpustakaan agar relevan dengan era digital, serta rencana pengadaan teknologi pendukung pembelajaran di sekolah. Hal tersebut ditegaskan Bupati Iskandar Kamaru saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah di Balai Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (4/12/2025).

​”Ini merupakan tanggung jawab kita semua. Sekarang sudah serba aplikasi, bahkan sudah ada aplikasi berbasis layar yang menyediakan materi belajar untuk anak-anak yang bisa langsung diakses,” ujar Iskandar.
​Pemerintah daerah menargetkan seluruh kelas di Bolsel telah dilengkapi dengan dashboard atau media TV Android sebagai pendukung pembelajaran digital pada tahun 2029.
​Bupati Iskandar menyebutkan bahwa pengembalian budaya literasi harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, meski rencana pembangunan Kantor Perpustakaan dengan konsep modern terpaksa dibatalkan karena pertimbangan efisiensi anggaran daerah.

​Meski fokus pada digitalisasi, penggunaan teknologi pada pelajar ditekankan harus tetap di bawah pengawasan orang tua.
“Teknologi harus dimanfaatkan secara positif, namun pengawasan orang tua tetap sangat penting,” tegasnya. (Adv)
















