• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Februari 2026
Media Online BolmongRaya
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLMONG
  • BOLSEL
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • ADVERTORIAL
    Dari Tagulandang ke Bolsel: 287 Kepala Keluarga Resmi Huni Kawasan Huntap Modern

    Dari Tagulandang ke Bolsel: 287 Kepala Keluarga Resmi Huni Kawasan Huntap Modern

    Resmikan SPBU Posigadan, Bupati Iskandar Dorong Pengusaha Lokal Berinvestasi di Sektor Energi

    Resmikan SPBU Posigadan, Bupati Iskandar Dorong Pengusaha Lokal Berinvestasi di Sektor Energi

    Posigadan Berhikmah di Usia 23 Tahun, Doa dan Dakwah Satukan Masyarakat

    Posigadan Berhikmah di Usia 23 Tahun, Doa dan Dakwah Satukan Masyarakat

    Masuki Masa Sidang II, DPRD Bolsel Pasang Target Legislasi dan Perketat Pengawasan APBD

    Masuki Masa Sidang II, DPRD Bolsel Pasang Target Legislasi dan Perketat Pengawasan APBD

    Lanjutkan Pemulihan Pasca-Banjir 2020 di Tomini, Pemkab Bolsel Pasok Listrik di Desa Pakuku Jaya Hari Ini

    Lanjutkan Pemulihan Pasca-Banjir 2020 di Tomini, Pemkab Bolsel Pasok Listrik di Desa Pakuku Jaya Hari Ini

    Hasto Kristiyanto Kembali Kukuhkan Iskandar-Deddy Pimpin PDI Perjuangan Bolsel

    Hasto Kristiyanto Kembali Kukuhkan Iskandar-Deddy Pimpin PDI Perjuangan Bolsel

    Ikuti Doa Bersama Pemkab Bolsel, Anggota DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow Janji Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur 2026

    Ikuti Doa Bersama Pemkab Bolsel, Anggota DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow Janji Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur 2026

    Pemdes Meyambanga Timur Dukung Inisiatif Karang Taruna Bangun Unit Usaha Peternakan Ayam

    Pemdes Meyambanga Timur Dukung Inisiatif Karang Taruna Bangun Unit Usaha Peternakan Ayam

    Pemdes Tonala Salurkan BLT Dana Desa kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat

    Pemdes Tonala Salurkan BLT Dana Desa kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLMONG
  • BOLSEL
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • ADVERTORIAL
    Dari Tagulandang ke Bolsel: 287 Kepala Keluarga Resmi Huni Kawasan Huntap Modern

    Dari Tagulandang ke Bolsel: 287 Kepala Keluarga Resmi Huni Kawasan Huntap Modern

    Resmikan SPBU Posigadan, Bupati Iskandar Dorong Pengusaha Lokal Berinvestasi di Sektor Energi

    Resmikan SPBU Posigadan, Bupati Iskandar Dorong Pengusaha Lokal Berinvestasi di Sektor Energi

    Posigadan Berhikmah di Usia 23 Tahun, Doa dan Dakwah Satukan Masyarakat

    Posigadan Berhikmah di Usia 23 Tahun, Doa dan Dakwah Satukan Masyarakat

    Masuki Masa Sidang II, DPRD Bolsel Pasang Target Legislasi dan Perketat Pengawasan APBD

    Masuki Masa Sidang II, DPRD Bolsel Pasang Target Legislasi dan Perketat Pengawasan APBD

    Lanjutkan Pemulihan Pasca-Banjir 2020 di Tomini, Pemkab Bolsel Pasok Listrik di Desa Pakuku Jaya Hari Ini

    Lanjutkan Pemulihan Pasca-Banjir 2020 di Tomini, Pemkab Bolsel Pasok Listrik di Desa Pakuku Jaya Hari Ini

    Hasto Kristiyanto Kembali Kukuhkan Iskandar-Deddy Pimpin PDI Perjuangan Bolsel

    Hasto Kristiyanto Kembali Kukuhkan Iskandar-Deddy Pimpin PDI Perjuangan Bolsel

    Ikuti Doa Bersama Pemkab Bolsel, Anggota DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow Janji Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur 2026

    Ikuti Doa Bersama Pemkab Bolsel, Anggota DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow Janji Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur 2026

    Pemdes Meyambanga Timur Dukung Inisiatif Karang Taruna Bangun Unit Usaha Peternakan Ayam

    Pemdes Meyambanga Timur Dukung Inisiatif Karang Taruna Bangun Unit Usaha Peternakan Ayam

    Pemdes Tonala Salurkan BLT Dana Desa kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat

    Pemdes Tonala Salurkan BLT Dana Desa kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat

No Result
View All Result
Media Online BolmongRaya
No Result
View All Result

Membangun Robot Ranking atau Pemimpin Masa Depan?

Sebuah refleksi atas sistem pendidikan di Indonesia

10 Juni 2025
in Sulut
Membangun Robot Ranking atau Pemimpin Masa Depan?
BagikanBagikan

Sistem pendidikan kita menghadapi dilema mendalam:  di satu sisi, kejujuran akademik ditekankan dengan pelarangan mencontek; di sisi lain, banyak tokoh sukses dunia terinspirasi, bahkan terkadang “meminjam” ide orang lain untuk menciptakan inovasi.  Ini menimbulkan pertanyaan mendasar: manakah yang lebih penting—kepatuhan pada aturan atau kemampuan berinovasi?  Dilema ini mencerminkan adanya kontradiksi dalam sistem pendidikan kita yang terlalu fokus pada pencegahan kesalahan, sehingga menghambat kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

Lebih lanjut, sekolah mengajarkan untuk menghindari kesalahan, menyamakan kesalahan dengan nilai buruk.  Namun, realitas kehidupan justru mengajarkan pembelajaran dari kesalahan.  Kegagalan menjadi guru terbaik, bukan hukuman.  Fokus pada “jawaban benar” daripada pemahaman mendalam terlihat jelas dalam contoh siswa yang menghafal rumus matematika tanpa memahami konsepnya.  Akibatnya, mereka kesulitan menyelesaikan soal yang lebih kompleks.  Sistem ini menciptakan rasa takut untuk bereksperimen, menghambat perkembangan berpikir kritis yang krusial untuk inovasi.

Kontradiksi ini semakin terlihat jelas jika kita bandingkan dengan pendekatan tokoh-tokoh besar dunia seperti Steve Jobs, Elon Musk, dan Mark Zuckerberg.  Mereka seringkali mengambil inspirasi dari ide-ide yang sudah ada, lalu menyempurnakannya menjadi inovasi yang luar biasa.  Ini bukan plagiarisme, melainkan transformasi dan peningkatan yang lahir dari keberanian mengambil risiko, bereksperimen, dan belajar dari kegagalan.  Sebaliknya, sistem pendidikan kita, alih-alih mendorong inovasi, justru menanamkan rasa takut untuk berkarya, berkembang, dan mengambil risiko.  Bandingkan dengan sistem pendidikan di Finlandia, yang menekankan kolaborasi, kreativitas, dan pembelajaran berbasis proyek, menghasilkan lulusan yang dikenal karena kemampuan memecahkan masalah dan beradaptasi.

Akibatnya, sistem pendidikan kita cenderung mencetak “robot ranking” yang terampil dalam ujian, tetapi kurang mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata.  Banyak siswa yang pandai dalam ujian matematika, namun kesulitan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.  Sekolah melatih siswa untuk patuh pada aturan, bukan untuk menciptakan aturan baru.  Kreativitas dan pemikiran kritis seringkali dianggap sebagai pembangkangan.  Sistem ini dirancang agar siswa patuh, bukan menjadi pemimpin yang berani berpikir berbeda.  Ini merupakan konsekuensi langsung dari fokus pada hafalan dan kepatuhan yang dibahas sebelumnya.

Lebih jauh lagi, kurikulum pendidikan kita seringkali ketinggalan zaman.  Di era kecerdasan buatan (AI), kita masih disibukkan dengan hafalan materi yang kurang relevan.  Waktu yang dihabiskan untuk menghafal nama-nama kerajaan di masa lalu mungkin lebih baik dialokasikan untuk mempelajari coding, artificial intelligence, atau data science.  Keterampilan digital, public speaking, coding, dan personal branding – keterampilan yang sangat dibutuhkan di abad ke-21 – diabaikan.  Tekanan pada guru untuk mencapai target nilai siswa yang tinggi, dan tekanan pada siswa untuk mengejar angka, bukan pemahaman, memperparah masalah.  Sistem ini, yang masih terbebani oleh warisan kolonial, menekankan kepatuhan dan hafalan daripada kreativitas dan inovasi.

Oleh karena itu, solusi bukanlah menghancurkan sistem pendidikan, melainkan mengubah polanya.  Kita perlu berfokus pada pembelajaran bermakna, bukan sekadar menghafal.  Kurikulum harus mengikuti kecepatan perubahan zaman, meninggalkan model pendidikan kolonial yang menekankan kepatuhan dan hafalan.  Sekolah harus mengajarkan adaptasi, empati, dan kemampuan memecahkan masalah, bukan hafalan, peringkat, dan ketekunan semata.  Pendidikan harus membuka potensi, bukan membatasinya.  Di dunia nyata, yang menang bukanlah mereka yang paling banyak menghafal, melainkan mereka yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan memberikan solusi. Pertanyaannya, apakah kita ingin menjadi buku pelajaran, atau menjadi sejarah?

Penulis: Aldy Fadly

Komentar Facebook
Previous Post

Kemenangan ZK Spike Di Momalia Tiga Cup 2025 Jadi Kado Ultah Zulkarnain Kamaru

Next Post

Bupati Iskandar Tinjau Pembangunan RSUD Bolsel Jelang Kunjungan Menteri Kesehatan RI

Next Post
Bupati Iskandar Tinjau Pembangunan RSUD Bolsel Jelang Kunjungan Menteri Kesehatan RI

Bupati Iskandar Tinjau Pembangunan RSUD Bolsel Jelang Kunjungan Menteri Kesehatan RI

Dari Tagulandang ke Bolsel: 287 Kepala Keluarga Resmi Huni Kawasan Huntap Modern

Dari Tagulandang ke Bolsel: 287 Kepala Keluarga Resmi Huni Kawasan Huntap Modern

13 Februari 2026
Asesmen Kepsek SD–SMP Rampung, Bupati Iskandar Dorong Inovasi dan Sinergi Pendidikan di Bolsel

Asesmen Kepsek SD–SMP Rampung, Bupati Iskandar Dorong Inovasi dan Sinergi Pendidikan di Bolsel

7 Februari 2026
Resmikan SPBU Posigadan, Bupati Iskandar Dorong Pengusaha Lokal Berinvestasi di Sektor Energi

Resmikan SPBU Posigadan, Bupati Iskandar Dorong Pengusaha Lokal Berinvestasi di Sektor Energi

17 Januari 2026
Posigadan Berhikmah di Usia 23 Tahun, Doa dan Dakwah Satukan Masyarakat

Posigadan Berhikmah di Usia 23 Tahun, Doa dan Dakwah Satukan Masyarakat

17 Januari 2026
Jelang Puncak Milad ke-23, Camat Posigadan Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Jelang Puncak Milad ke-23, Camat Posigadan Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

14 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2025 DIALETIKNEWS.com

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • KOTAMOBAGU
  • BOLMONG
  • BOLSEL
  • BOLMUT
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection