Dialektik News – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus membuka peluang kerja sama investasi untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan daerah. Salah satu langkah yang kini dijajaki adalah membangun kemitraan strategis dengan investor asal Jepang guna mendorong pengembangan industri pengolahan hasil laut sekaligus memperluas jangkauan pemasaran komoditas perikanan dari Bolsel.
Keseriusan penjajakan tersebut terlihat melalui kunjungan delegasi Jepang ke Desa Dudepo, Kecamatan Bolaang Uki, pada Kamis (15/10/2026). Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, menerima langsung rombongan yang datang untuk melihat peluang pengembangan investasi di sektor kelautan dan perikanan.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan potensi daerah sebagai lokasi pengembangan usaha yang dapat menghubungkan hasil tangkapan nelayan dengan pasar yang lebih luas. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan komoditas laut, kondisi kawasan pelabuhan, hingga kemungkinan pembangunan pabrik pengolahan ikan dan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.
Peninjauan lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada calon investor mengenai potensi sumber daya laut Bolsel serta kebutuhan infrastruktur pendukung yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha.
Bupati Iskandar Kamaru mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa peluang investasi yang dijajaki tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas industri, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat, terutama nelayan sebagai pelaku utama sektor perikanan.
Menurutnya, salah satu skema yang diharapkan dapat diterapkan melalui kerja sama ini adalah penyerapan hasil tangkapan nelayan secara langsung sebagai bahan baku industri. Dengan demikian, nelayan berpeluang memperoleh akses pasar yang lebih terarah, sementara kebutuhan bahan baku bagi fasilitas pengolahan dapat dipenuhi dari komoditas lokal.
“Jika kerja sama ini berlanjut, hasil laut kita nantinya akan dibeli langsung dari para nelayan sebagai pemasok utama. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mendata komoditas yang memiliki volume tangkapan paling besar agar investor dapat memulai kegiatan usahanya berdasarkan potensi yang benar-benar tersedia,” ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, pendataan komoditas menjadi salah satu tahapan penting sebelum rencana investasi memasuki proses lebih lanjut. Informasi mengenai jenis ikan, volume tangkapan, serta ketersediaan pasokan diperlukan untuk menentukan komoditas prioritas yang berpeluang dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui pemetaan tersebut, pemerintah daerah dan calon investor diharapkan dapat menyusun langkah pengembangan yang lebih terukur, termasuk menentukan kebutuhan kapasitas pengolahan, fasilitas penyimpanan, dan sistem distribusi hasil laut.
Selain mempersiapkan potensi komoditas, Pemkab Bolsel juga akan mendorong koordinasi dengan pemerintah provinsi agar rencana kerja sama ini mendapat dukungan sesuai kewenangan masing-masing. Bupati menyampaikan bahwa dirinya akan berkomunikasi dengan Gubernur Sulawesi Utara untuk membahas rencana strategis tersebut.
Koordinasi lintas pemerintahan dinilai penting untuk mendukung kelancaran tahapan pengembangan investasi, termasuk penyelarasan program, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Lebih jauh, Iskandar melihat peluang kerja sama ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan posisi Bolsel dalam rantai pasok komoditas perikanan di kawasan timur Indonesia. Keberadaan pabrik pengolahan dan cold storage diharapkan dapat membantu menjaga mutu hasil tangkapan sekaligus mendukung pengelolaan pasokan sebelum didistribusikan ke pasar tujuan.
“Jika proyek ini dapat terwujud dan beroperasi secara optimal, ke depan kita memiliki peluang untuk memasok kebutuhan hasil laut ke berbagai wilayah di Indonesia Timur,” ungkapnya.
Rencana tersebut membuka peluang bagi Bolsel untuk tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas perikanan, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki fasilitas pendukung pengolahan dan distribusi hasil laut. Namun, pencapaian tujuan tersebut akan bergantung pada kelanjutan pembahasan dengan investor, kesiapan pasokan bahan baku, serta pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Bagi masyarakat pesisir, peluang investasi ini diharapkan dapat membuka ruang ekonomi baru. Selain potensi penyerapan hasil tangkapan nelayan, pengembangan industri perikanan juga berpeluang mendorong aktivitas usaha pendukung, seperti pengangkutan, penyediaan kebutuhan operasional, dan distribusi komoditas.
Meski demikian, realisasi manfaat tersebut tetap memerlukan perencanaan yang matang agar pengembangan usaha berjalan sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta keberlanjutan sumber daya laut.
Rangkaian kunjungan delegasi Jepang di Desa Dudepo ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol persahabatan dan hubungan baik antara kedua pihak. Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap penjajakan yang telah dilakukan dapat berlanjut menuju pembahasan teknis serta implementasi kerja sama.
Kegiatan itu turut dihadiri unsur pimpinan operasi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat Desa Dudepo dan sekitarnya yang menyambut kedatangan delegasi Jepang.
Pemkab Bolsel kini menaruh harapan pada terbukanya peluang kemitraan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan daerah. Dengan dukungan investasi, perencanaan yang terukur, dan keterlibatan nelayan lokal, potensi kelautan Bolsel diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperluas jangkauan distribusi hasil laut ke kawasan timur Indonesia. (Infotorial)
















