Dialektik News—Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Iskandar Kamaru, menegaskan pentingnya pengelolaan lingkungan dan mitigasi dampak sosial ekonomi dalam menyusun Rencana Pascatambang (RPT).
Hal tersebut disampaikannya dalam forum Konsultasi Publik RPT bersama PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) yang dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Kamis (18/12/25)
Iskandar meminta seluruh pihak belajar dari pengalaman daerah lain agar operasional tambang tidak meninggalkan masalah di kemudian hari.

​”Kita harus belajar dari apa yang terjadi di Sumatra, agar hal serupa tidak terjadi di daerah kita. Pengelolaan tambang harus memberikan keuntungan bagi semua pihak, terutama masyarakat di lingkar tambang,” ujar Iskandar saat membuka acara tersebut.
Bupati Iskandar juga menekankan bahwa forum konsultasi ini merupakan instrumen krusial untuk membahas keberlanjutan wilayah pasca-ekstraksi.
Menurutnya, jika ke depan muncul izin pengelolaan tambang baru di wilayah Bolsel, prosedur konsultasi publik serupa akan tetap menjadi syarat mutlak sebagai bentuk keterbukaan informasi.
“Semoga konsultasi ini dapat membawa hasil yang baik dan bermanfaat bagi daerah,” tambahnya.
Kepala Teknik Tambang PT JRBM mengamini hal tersebut. Ia menyatakan penyusunan administrasi RPT membutuhkan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan. Keterlibatan semua pihak dianggap kunci agar rencana pascatambang berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem maupun warga.

Kegiatan ini difokuskan untuk menyerap aspirasi langsung dari pihak-pihak yang terdampak aktivitas pertambangan. Dalam sesi diskusi, muncul sejumlah isu strategis yang menjadi sorotan peserta, antara lain soal penyerapan tenaga kerja lokal, luas wilayah tambang, perlindungan lingkungan khususnya area konservasi satwa, pengelolaan sampah, bantuan bagi desa-desa lingkar tambang, beasiswa, serta berbagai hal lain yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Menanggapi usulan tersebut, manajemen PT JRBM menyatakan akan menindaklanjuti seluruh saran sesuai dengan peraturan pemerintah dan standar operasional perusahaan.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara, Anggota DPRD Bolsel, Head Operation PT JRBM, serta jajaran asisten dan pimpinan OPD Setda Bolsel. Hadir pula Camat Pinolosian Timur (Pintim), para Sangadi, serta seluruh jajaran manajemen PT J Resources.(***)
















